Kamis, 22 Desember 2016

Beginilah Jadinya saat Demam Om Telolet Om Menjangkit Klub-klub Sepak Bola Eropa


Laporan Wartawan TribunJabar.CO.ID, Yudhi Maulana Jalu Wisnu Wirajati
TRIBUNNEWS.COM - Seluruh dunia tampaknya tengah terjangkit demam “om telolet om”, sampai-sampai sejumlah klub besar Eropa memanfaatkan momentum tersebut dengan berkicau di media sosial. 
Di Indonesia, fenomena "om telolet om" sudah mewabah sejak beberapa bulan lalu. Namun, lantaran mewabah secara global, netizen membahasnya secara lebih agresif. Di antaranya dengan berkomentar di akun media sosial bintang lapangan hijau. 
Alhasil, tanda pagar #telolet menjadi trending topic urutan pertama di wilayah Indonesia pada Rabu (21/12/2016) pagi. Sejumlah klub pun menyadari bahwa “om telolet om” merupakan fenomena baru di dunia maya.  
Beberapa di antara mereka lantas mengunggah foto di Twitter dengan menambahkan frasa “om telolet om”. Bukan hal sulit bagi mereka untuk mencari bus karena setiap klub pasti memilikinya.  
Tottenham Hotspur contohnya. Mereka mengubah suara latar ketika para pemain tiba di markas klub dengan teriakan anak-anak meminta sopir bus membunyikan klakson. Permintaan itu pun langsung dipenuhi. 
Video juga dibuat oleh tim media sosial Bayern Muenchen. Berbeda dengan Tottenham, Bayern hanya menambahkan tulisan “Om Telolet Om” saat berkicau dengan mengunggah bus latihan mereka meninggalkan markas klub. 
Demikian pula dengan Liverpool FC. Salah satu akun global klub berjulukan The Reds tersebut, LFC Indonesia, mengunggah video Divock Origi dan Daniel Sturridge saat ditantang untuk mengendarai bus dan menambah frasa “Om Telolet Om” dalam kicauan tersebut.
 Dua klub lainnya, Inter Milan dan Manchester City, tidak menggunakan medium video untuk memanfaatkan fenomena tersebut dan hanya menggunakan gambar yang menyertakan foto bus klub. 
Namun, langkah Manchester City cukup kreatif. Mereka membuat gambar kartun dengan manajer Josep Guardiola sebagai sopir bus. Lihat pula keunikan plat nomor kendaraan bus tersebut.   
Sebelum itu, Real Madrid juga mengunggah status di Facebook dengan menulis “Om Telolet Om”. Gelandang timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, juga terjangkit “virus” serupa. (*)

Mengejutkan! Terduga Teroris Rakit Bom Gunakan Tabung Gas 3 Kilogram

Mengejutkan! Terduga Teroris Rakit Bom Gunakan Tabung Gas 3 Kilogram
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Tim Densus 88 dan Gegana Polda Metro Jaya telah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sebuah rumah kontrakan Kampung Curug RT/RW 002/01, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, pada Rabu (21/12/2016) malam. 
TRIBUNNEWS.COM, SERPONG - Polisi menemukan dua tas dan lima kantong plastik berisi banyak material bahan peledak saat menggerebek kamar kontrakan terduga teroris Adam Noor Syam di Jalan Balai Desa atau Jalan Kencana V, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (21/12), dua hari lalu.
Seorang warga, Anugerah (30), mengungkapkan, sehari sebelumnya sempat melihat Adam dan dua temannya menunggu berjam-jam di bawah pohon pisang depan kamar kontrakan tersebut, sebelum membawa masuk dua tas dan kantong plastik.
"Dua temannya sempat nunggu duduk-duduk lebih dua jam di bawah pohon pisang ini. Setelah yang gemuk pakai jaket ojek online datang dan bawa kunci kontrakan, mereka bawa masuk dua tas dan limaan bungkus kantong plastik dilakban ke dalam kontrakannya. Saya enggak tahu isinya apa," ujar Anugerah di lokasi.
"Saya sempat nawarin untuk duduk di kursi di tempat saya, tapi mereka enggak mau. Mereka tetap di bawah pohon pisang. Saya enggak curiga karena mereka baru mau ngontrak," sambungnya.
Dari ruang tengah kontrakan Adam, ditemukan sejumlah cairan warna merah di dalam belasan botol kecil, serbuk diduga bahan peledak, puluhan lilitan kabel hingga mesin blender.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto memastikan, bom yang ditemukan di rumah kontrakan di Tangerang Selatan berjumlah enam rangkaian.
Sempat terdengar ada 12 ledakan di lokasi. Namun, hanya enam ledakan yang berasal dari bom.
"Itu di-disposal. Banyaknya ledakan karena semua dicoba, takutnya dikiranya bom, padahal bukan," ujar Rikwanto.
Rikwanto mengatakan, daya ledak bom tersebut rendah. Rangkaiannya juga tidak rumit.
Ada yang memakai tabung gas 3 kilogram, ada gas kalengan. Bahan-bahan yang digunakan untuk merangkai bom antara lain arang, belerang, dan bubuk hitam.
Lokasi penggerebekan terduga teroris, RT 02/01, kampung Curug, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/12/2016) malam.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri terus mempelajari beragam cara perekrutan yang dilakukan jaringan teroris untuk menjaring anggota baru.
Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan kini perekrutan anggota teror dilakukan melalui media sosial.
Hal ini terbukti dari jaringan teroris di Majalengka, yang direkrut melalui media sosial oleh Bahrun Naim.
Dimana sebelumnya tiga anggota teroris Majalengka itu tidak saling kenal satu sama lain namun mereka aktif berkomunikasi di media sosial.
Selain itu, calon pengantin di Bintara Bekasi, Dian Yulia Novi, ternyata intens melakukan komunikasi melalui media sosial dengan Adam, terduga teroris yang ditangkap di Serpong, Tangsel.
"Pola perekrutan mereka melalui media sosial. Bisa saja mereka tidak saling kenal atau belum bertemu. Tapi di media sosial mereka akrab," ujar Martinus, Jumat (23/12/2016).
Martinus mengatakan para pelaku teror juga menyasar orang-orang yang kondisi kejiwaannya sedang galau dan tidak memiliki pendirian teguh.
"Selain melalui media sosial, mereka juga merekrut melalui pengamatan. Kalau mereka liat orang galau atau tidak punya pendirian. Itu makin mudah direkrut," terangnya.
Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini juga menambahkan perekrutan cara lainnya yakni menyasar napi-napi di lapas.
Ini terjadi pada Omen, terduga teroris yang tewas di Babakan, Setu, Tangsel yang direkrut di dalam lapas oleh mantan narapidana bom Kedubes Myanmar tahun 2013 bernama Ovhie.
"Di Indonesia belum ada lapas khusus untuk teroris, mereka masih digabung dengan pelaku kejahatan lain. Tentu lama-lama ada proses komunikasi antar tahanan dan bisa terekrut, seperti yang dialami Omen," tambahnya.

3 Wilayah Ini Jadi Distribusi Uang Baru Terbanyak di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mulai mendistribusikan uang baru tahun emisi 2016 ke beberapa wilayah di Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan beberapa perbankan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menjelaskan mekanisme pendistribusian uang rupiah baru tahun emisi 2016 tersebut memang tidak merata jumlahnya di seluruh wilayah Indonesia.

Tirta mengaku, pendistribusian uang bergambar pahlawan baru tersebut disesuaikan dengan wilayah yang selama ini banyak membutuhkan uang sebagai alat transaksi.
"Berdasarkan data yang dimiliki Bank Indonesia, kebutuhan uang kartal sebagian besar berada di wilayah Jabodetabek, Jawa dan Sumatra, yang notabene kebutuhan akan uang untuk bertransaksi dan alat pembayaran cukup besar," kata Tirta saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (22/12/2016).

Dia menuturkan, tiga wilayah yang disebutkan itu mendominasi sekitar 80 persen akan kebutuhan uang kartal.

Tirta mengungkapkan, memang pengedaran uang baru emisi 2016 ini dari hasil pencetakan tahap pertama yang dilakukan oleh Bank Indonesia yang bekerjasama ‎dengan Perum Peruri. Ke depan ada pencetakan tahap selanjutnya.

Untuk saat ini, Tirta menuturkan, jumlah rupiah yang didistribusikan dianggap sudah cukup untuk pengenalan dan mulai ditransaksikan.

"Untuk tahap selanjutnya, ‎Perum Peruri atas dasar pesanan Bank Indonesia akan mencetak uang lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik dari sisi nominal maupun jenis pecahan," tegas dia. (Yas)

Menhub Budi Karya Bakal Selenggarakan Kontes DJ Telolet

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena pemburu klakson om telolet om ‎menjadi sorotan baik domestik dan dunia. Kementerian Perhubungan pun bereaksi terhadap fenomena tersebut. Kini Kementerian Perhubungan berencana buat kontes DJ Telolet

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, klakson bus om telolet om telah menjadi hiburan tersendiri untuk masyarakat. Banyak pihak yang dibuat senang oleh aksi sopir bus yang membunyikan klakson telolet.

"Telolet kita itu senang. Apalagi saya senang musik itu menghibur," kata Budi, di Stasiun Gambir Jakarta, Jumat (23/12/2016).
Budi menuturkan, telolet merupakan kreativitas baik yang harus dikembangkan dengan baik. Dia pun ingin mengembangkan klakson telolet ‎tersebut sebagai saran penyaluran kreativitas.

"Jadi saya pikir kreativitas yang bagus ini harus dikembangkan, ‎dengan bagus ya. Kami kasih kesempatan mereka untuk mengembangkan," tutur Budi.

Budi mengungkapkan, Kementerian Perhubungan akan menyalurkan kreativitas klakson om telolet om dengan mengadakan kontes telolet. Bahkan akan dibuat kompetisi aransemen musik elektronik dengan menggunakan Disk Jockey (DJ) telolet.

"Bahkan nanti Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan pihak tertentu mengadakan kontes telolet, atau nanti kita buat DJ telolet," tutur Budi.